Showing posts with label catatan pinggir. Show all posts
Showing posts with label catatan pinggir. Show all posts

15.9.10

Metamorfosa [jilid 2]



Dan hari itu, sekali lagi dihadapkan pada sebuah pilihan. Selayaknya manusia hidup, yang terus berproses. Menemukan rahasia alam satu demi satu, dan kemudian membukanya perlahan bila saatnya nanti. Bisa jadi adalah sesuatu yang indah, atau sebaliknya. Namun bisa juga sesuatu yang ada diantaranya, tidak indah tidak juga buruk. Setengah isi, setengah kosong. Membingungkan. Dan tak jarang membawa pada suatu dilematika.


Namun sekali lagi, harus tertanam di rongga jiwa. Bahwa hidup tetaplah tentang sebuah pilihan, yang selalu menyertai dalam tiap metamorfosa. Dan tak ada konsep benar atau salah daripadanya. Tidak juga salah ketika mungkin memilih untuk menjadi kepompong. Namun, bukankah menjadi kupu-kupu jauh lebih indah ?

Maka kutunggu saat itu tiba. Saat dimana tiada pilihan lain, selain menjadi kupu-kupu yang indah, yang menghiasi harumnya bunga di taman. Mengepakkan sayap kian kemari dan terbang bebas seringan kapas, seraya mengiring indahnya mentari pagi..

Dan kemudian, hujan pun turun lagi, hari itu..

Pedansa Resah... [continues]

biduk kecil kembali tersenyum, mendapati nikmat aroma ranum, dari tubuh sang lembayung, yang menebar benih kedamaian dan menyejukkan jiwa yang meradang... hingga sejenak lupa, kesunyian senja yang sempat gaduh mengaduh...

bukan aku, bukan kamu, bukan dia..
tapi DiriNYA yang ingin menempa dan menjadikannya perkasa
hingga saatnya tiba, di ujung raga..

[bersambung...]

Pedansa Resah

dan kesunyian pun bergemuruh, bertalu menabuh, mengoyak jiwa yang rapuh..


bersambung..

Sepenggal sore


Berjalan diantara ribuan kaki, dalam hembus semilir angin, yang menghapus penat, sore itu..
Sejuta wajah, sejuta ekspresi, mengisyaratkan makna, yang hampir semua sama. Musisi jalanan, membesut dawai, mengumbar nada, menghangatkan suasana. Merangkai harmoni hati kian abadi. Gurat paruh baya mengukir senyum ranum, di satu sudut. Hentak kaki si Budi kecil tampak mengiring, di sudut lain. Bagai lukisan tinta pesan damai, bagi juta jiwa yang merindukannya.


Kembali kaki melangkah, sore itu..
Menyusuri sisa hari, menuju bangunan tua penuh arti, dimana didalamnya nampak keramaian hakiki. Sebuah papan hitam putih kecoklatan bernuansa klasik, dengan barisan prajurit keraton dan raja diatasnya, memaksa nurani beranjak mendekat. Tampak kecil nan mungil, dengan lekuk detil, menjadikannya nyata dan indah memanjakan mata, menggerakkan jemari menyentuh lembut. Tanpa sadar terucap kagum, dan sejenak kemudian menganga dengan senyum minta ampun, mendapati patok angka 6 digit yang menggantung dengan culun. Harga yang pantas untuk sebuah kreativitas tanpa batas, namun menjadikan pribumi tak mampu merengkuh dengan bebas. Bukan karena tak suka, atau tak menghiraukan. Tapi lebih kepada keangkuhan harga.

Kembali melangkah, sore itu..
Mendapati riuh rendah yang kian nyaring. Hingga tertumbuk pada untaian kata dalam bingkai penuh warna, menyembul penuh pesona dari rimbun jutaan kepala. Tampak seorang dewasa, duduk meleseh, seperti pasrah diantara timbunan karya. Dengan pandangan acuh, jemari tirus legam terus mengayuh tak berpeluh. Mengayunkan serabut merak seperti penari di kesunyian senja dalam denting melodi tanpa notasi dan sebutir embun menetes menghiasi. Sebuah nada menyapa di ujung hulir, samar menggelegar memecah nalar. Menghantar narasi pilu berukir sembilu dari seorang dewasa yang pasrah meleseh dan mengiris genderang menyayat kornea. Mencoba mengungkap realita menjadi fakta kian nyata, menjadikan lembayung sutra sore itu kian papa. Secarik kertas biru berpacu satu persatu, menuju jiwa yang ingin tau, ‘tuk menghapus ragu. Dan Kisahpun terus melaju, kian syahdu, seolah diburu sang waktu, hingga membuih kian palsu. Menjadi dongeng dungu di sejuknya senja biru.

Kakipun kembali melangkah, sore itu..
Memutar arah, meninggalkan desah kisah, yang terus merekah merengkuh asa. Mengacuhkan tatap ragu kian padu, demi hasrat menggebu yang terus menderu. Sebuah hasrat dan mimpi manusiawi, tentang duniawi...

Dan kakipun kembali melangkah, sore itu..
Membelah kerumunan alap-alap dalam desir angin nan lembut membelai syaraf..
Mendapati lembut rembulan, telah berdiri menanti penuh senyuman dikejauhan sambil merentangkan kedua tangan. Dan kemudian berlari kecil, melompat, menari dan berputar, menyambut indahnya rengkuhan dan menikmati hangatnya pelukan.. Sang Rembulan..


***Jogja, Juni 2010***

19.3.10

Mimpiku hitam-putih, sederhana namun bersahaja…



Tentang sebuah mimpi, yang bukan sekedar bunga tidur. Tentang sebuah dunia penuh warna, yang bukan sekedar hitam-putih. Tentu semua menginginkannya. Bahkan psikopat paling akut pun, tentu tidak bermimpi dan bercita-cita menjadi psikopat sedari kecil dan hanyut larut dalam gelapnya lorong-lorong panjang tanpa cahaya di waktu besar. Pun sama halnya denganku. Terlahir diantara kerasnya batu jalanan, tumbuh diantara sejuta pijakan rapuh, dan besar diantara keduanya, seperti layaknya sebuah metamorfosa beraroma karbit. Dan karenanya, melambungkan angan menembus awan, dengan berjuta imaji penuh warna pelangi. Meski kadang menjadi pucat pasi, dan tenggelam dalam putaran kabut ilusi. Namun tetap saja. Segala mimpi itu ada. Dan tetap di sana. Tetap sama dalam pancaran sinar penuh warna. Diam tak bergeming. Berdiri tegar bagai karang, siap menantang sejuta gelombang. Seolah mengamini sebuah sajak Andrea Hirata, ”Peluklah mimpimu, maka Tuhan akan Memeluk Mimpimu... ”

Dan begitulah setiap harinya. Bahkan mungkin sama dengan kalian. Memenuhi rongga jiwa dengan asa, yang kian hari kian marak penuh warna warni. Dan selalu terbangun dengan segala keinginan dan hasrat yang jauh meninggalkan bumi. Kemudian mengawali hari dengan gejolak rancangan yang membuncah. Sebuah logika manusiawi, yang kian bertumbuh dan berproses, seiring termakannya usia untuk memenuhi panggilan hakiki duniawi. Hingga kemudian, terpuruk pada suatu kenyataan hitam-putih. Kenyataan positif-negatif. Kenyataan tawa-tangis. Kenyataan bahagia-duka nestapa. Kenyataan yang berada dalam naungan rahasia Illahi.

Dan begitulah manusia. Dan begitulah aku. Selalu mencoba memenuhi bumi yang sesak penuh warna, dengan warna warni yang kupunya. Yang justru malah membuatnya menjadi sebuah abstraksi tanpa keindahan yang harmoni. Seperti sebuah rhapsody tanpa notasi. Hingga membuatku tersadar. Bahwa bukan ini yang diinginkan dari sebuah mimpi. Dan bahwa bukan ini jalan menuju mimpi. berawal dari niatan penuh warna warni, namun kemudian terjatuh pada pilihan hitam-putih. Dan Berawal dari sebuah keruwetan dan kerumitan muluk, namun kemudian jatuh pada apa yang disebut ”biasa saja” bahkan mungkin nyaris ”tanpa nilai”.

Maka sejak hari itu. Hari dimana aku mendapati sebuah kesadaran. Hari dimana aku berjalan, menemukan, dan membuka rahasia alam satu demi satu. Aku merubah mimpiku. Mencoba menjungkirbalikkan semua yang telah tertanam dan terpola dengan kuatnya. Dan menjadikannya sederhana. Sesederhana batin dan jiwaku. Sesederhana hidup yang kumiliki. Dan menjadikannya hitam-putih, untuk meraih indahnya warna-warni bumi. Bangun dengan segala kesederhanaan pikiran. Melangkah dengan segala kesederhanaan tindakan dan perbuatan. Menanamkan keyakinan baru, bahwa makin sederhana hidup dan perbuatan, makin mudah meraih yang kita inginkan dan kita impikan. Dan inilah mimpiku. Mimpi HITAM-PUTIH. Sederhana namun bersahaja. Untuk meraih PELANGI indah penuh warna. Hingga tercipta rhapsody penuh harmony......


***teruntuk semua yang punya mimpi, yang tumbuh dan berkembang bersamanya dan bukan didalamnya***

14.3.10

Life begins at 24 @_@



“Life begins at 40” tentu sudah tertanam di benak siapapun termasuk aku sendiri. Sebuah deretan kata yang seringkali menjadi senjata perlarian paling ampuh. Senjata pelarian ketika menengok ke dalam diri dan berkaca jauh ke dalam dengan segala kejujuran. Dimana kemudian mendapati diri masih terpaku pada titik yang sama. Tidak beranjak atau bahkan malah jauh mundur ke belakang. Dan kemudian, tersenyum bangga, membatin dalam diri, mencoba memberi sedikit oksigen bagi jiwa, dan berkata, ”Life begins at 40... Tenang, Den...just hang on...” Jika memang benar adanya dan boleh diyakini kebenarannya, tentu sungguh melegakan. Dan bisa berlindung daripadanya ketika seseorang bertanya, ”kok masih gini-gini aja, Den... ??” Serta menganggapnya sangatlah wajar karena masih ada waktu 10 tahun lagi untuk berjalan, berlari, berputar, dan menari.

Tapi sepertinya jaman sudah berubah. Dan sepertinya, deretan kata sakti itu tidak berlaku lagi sekarang. Sore itu, di sebuah toko buku, aku berjalan perlahan menyusur barisan rak demi rak, dengan mata selebar dan sejeli mungkin. Lama berjalan perlahan, kesana kemari, mencoba memastikan diri tak satu judul buku pun yang terlewat. Dari mulai buku-buku akademis, praktis, fiksi – nonfiksi, sampai komik (my most fave books). Hingga aku terpaku pada sebuah judul buku “LIFE BEGINS AT 24” karya seorang Rohaniwan. Aku pun berhenti, melihat buku itu dengan seksama, berusaha memastikan mataku tidak salah mengejanya. Pelan tapi pasti, kujulurkan tanganku, mengambil buku itu, tanpa membukanya sedikitpun. Bahkan untuk sekedar mencari tau review di bagian belakang bukunya pun tidak. Benar-benar hanya tertuju pada deretan kata bertuliskan “Life Begins at 24”. Menatap lekat seolah menembus jauh ke dalam huruf demi huruf itu. Sekian lama terdiam, dan terpaku, seolah tersedot dalam daya magisnya, aku pun tersenyum, kemudian tertawa kecil. Tersenyum dan tertawa untuk diriku sendiri. Tersenyum dan tertawa, mentertawakan diriku sendiri. Dan kembali membatin, “Tuhan, maaf dan terima kasih. Aku salah dan bodoh. Salah dengan segala keyakinan atas pelarianku. Bodoh atas segala kebanggaan meyakini sesuatu yang salah, dan berlindung penuh damai di dalamnya. Terima kasih telah memberiku peringatan kecil, melalui satu pertemuan tak terduga dengan sebuah kalimat penuh warna-warni itu, satu kalimat yang mungkin sudah ada sejak lama, dan baru kusadari keberadaannya. Dan Terima Kasih telah memberiku peringatan kecil, bahwa PERADABAN SUDAH BERUBAH.”

Kemudian aku pulang, dan tidur. Mengingat hampir sebulan melewati malam-malam panjang tanpa tidur. Malam-malam penuh pergulatan batin dengan Lek John & Fiske. Bercumbu rayu dengan Solomon & Hawkins. Berpelukan mesra dengan Kotler & Engel. Dan Orgy bareng Fisher, Guba, Neumen, Norman, Mariampolsky, Skinner...

Dan pagi ini aku bangun dan berkata dengan penuh senyuman, “kumulai hidupku, hari ini juga...” meski terlambat sekian tahun, namun lebih baik terlambat memulai daripada tidak memulai sama sekali. Dan sesuatu yang negatif, yang mungkin sedang terjadi saat ini, masih lebih baik daripada tak satu pun yang positif. Kemudian aku pun kembali berjalan, memasuki gerbang kehidupan... memeluk mimpi dan meniti pelangi... menghampiri jutaan bintang yang kian menari.... karena tidak ada yang dapat menolong diriku, selain diriku sendiri...
Tuhan... terima kasih.


***teruntuk semua yang sedang dan masih berjalan menuju gerbang kehidupan dengan segala mimpi tak terperi***


20.2.10

andien bleeding on my shoulder..


jumat, seperti biasa, dapet jatah ngajar anak-anak kecil..
dengan penuh semangat 45, mencurahkan hati dan pikiran pada anak-anak itu..
just like every children..
selalu menyenangkan dan indah dilihat.
segala polah dan tingkah lakunya.
segala kepolosannya..
segala kenakalannya..
segala tawa dan tangisannya..
benar-benar luar biasa indah dan menakjubkan..

seperti hari jumat kemaren yang juga benar-benar menakjubkan.
Andien, one of my fave student.. rewel, nangis, dan minta gendong.
uda seminggu ini, Andien emang jadi sering rewel dan selalu minta gendong, gara-gara sakit.
padahal biasanya, ga pernah mau digendong, dan selalu berlarian kesana kemari tanpa henti. selalu ceria mengikuti pelajaran. Dan sangat-sangat pandai, meski belum bisa ngomong. logikanya luar biasa. begitu juga dengan hafalannya. and that's why she has my most attention, meski ortunya menyebalkan dan lebih rewel dibanding anaknya. dan hari itu, meski Andien sakit, ayahnya ga ngijinin buat bolos.. kasian benerr :(


that's why, lagi-lagi karena rewel dan minta gendong, akhirnya digendonglah selama pelajaran. Dan, berhubung setiap jumat ada agenda makan bersama setelah pelajaran, maka seperti biasa, semua anak berkumpul di hall. everybody sit down on the floor and have their meal. sama juga dengan Andien. Andien ikutan ngumpul juga meski tetap dalam gendongan dan pelukanku. sambil gendong Andien lembut, aku juga masih sempet memperhatikan anak-anak lain, termasuk bikinin susu di botol dan sambil nyuapin yang lain juga. bener-bener lebih mirip babysitter ketimbang guru.

ditengah-tengah segala aktivitas itu, sepintas aku merasakan Andien meletakkan kepalanya dipundakku. aku berpikir, pasti Andien pengen tidur. dan kuputuskan untuk mengambilkan susunya, untuk kuminumkan... tapi ternyata, Andien ga mau. dan diem aja. tetep aja dia letakkan kepalanya di pundakku sampai akhirnya aku menengok ke samping, mencoba melihat Andien. astaga !!! astagfirullah... seperti ada bercak-bercak darah dipundakku. kucoba meyakinkan pandanganku dan kuamati, apa benar-benar bercak darah atau saos tomat. dan karena masih ga yakin, aku pun minta tolong guru yang lain untuk melihat bajuku di bagian pundak untuk memastikan. temanku yang juga pengajar hanya melihat dari jauh, dan berkata yakin kalau itu darah.
astaga !!!! seketika akupun deg deg-an. dan Andien pun segera kuangkat dan kubalikkan badannya, untuk kulihat wajahnya. hyaa Allah... dari mulut Andien keluar darah. mengalir darah dari dalam mulutnya. dan sepertinya masih banyak lagi di dalam mulutnya yang dia katupkan rapat-rapat.

karena khawatir, aku panggil teman guru yang lain. i told them that Andien's bleeding. dan kami pun membawa Andien ke ruang guru, dan mencoba merayu Andien dengan segala cara untuk membuka mulutnya. tapi Andien tetap saja kekeuh buat nutup mulutnya. padahal darah tetep aja mengalir. mungkin anak kecil itu, takut ...
masya Allah kasian banget aku ngliyatnya. pantesan aja hari ini dia begitu diam. padahal sebelum-sebelumnya, meskipun sakit, dia tetap ceria. akhirnya, karena kami semua kawatir, ortu Andien pun ditelpon untuk segera datang menjemput Andien...dan Andien pun segera di bawa mereka pulang...

dear Allah, moga Andien ga kenapa-kenapa yaaaa...
karena sampe sekarang belum tau keadaannya. terlebih tadi pagi, pas nyuci baju yang belepotan darah, jadi keinget lagi dan makin kawatir.
dear Andien.. my most fave student, my lovely angel.. cepet sembuh yaaa...
i miss you already... hopefully u are okey...

18.2.10

satu babak di sore hari..



liburrrrr... !!!! adalah babak yang paling ditunggu..
dan bermalas-malasan adalah ritual paling suci
yang wajib dijalanin tanpa boleh diganggu gugat.
dimulai dari bangun pagi, baca koran feat. air madu dingin
trus lanjut tiduran sepanjang hari..
sampe akhirnya perut kasih warning pertanda panggilan alam a.k.a minta diisi. Berhubung males kemana-mana, iseng masak ndiri, bikin ayam gulung keju... hasilnya ?!? ummmm... yummieeehhh.. tempat makan manapun ga ada yang bisa ngalahin haha !!!

tapi yang paling seru dari hari ini, bukan itu semua..
bukan di pagi dan siang hari, tapi justru di babak sore hari..
gara-gara ditelpon temen suruh kumpul bikin tugas kelompok,
terpaksa ritual malasku ternoda dengan mandi dan keluar rumah
naaaahh.. pas dijalan, tau-tau tumben banget pengen nyalain radio.
dan pas dinyalain, pas bunyi lagu "bodohnya diriku...mencintai kamu... "
weiittssss !!!! lagu aneh ini !!
dan udah gitu, pas brenti jemput temen, wait di depan warung..
guess what... warungnya berjudul "warung mbak rewel..."
wakakkakakakkakakakkakkkkkkk
bener-bener langsung ngakak ga bisa brenti.. bahkan ampe sekarang pas bikin tulisan ini juga tetep ngakak-ngakak ndiri...
sounds so familiar with "bodohnya diriku... " and "rewel" things ...
kenapa bisa bareng gitu yaaaaaa...
dasar hari yang aneh...
dan sungguh merusak ritual suci hari libur...




***teruntuk sebuah lagu dan warung "mbak rewel" yang mengingatkanku pada makhluk tuhan paling rewel***

be home for valentine.. pulang ke hatimu..



Valentine... !!! finally... feb 14, 2010
pertanda 2010 sudah terlewatkan satu bulan lebih.
dan makin membuktikan bahwa waktu memang bergulir dengan cepat.
tiada akan pernah berhenti hingga waktu juga yang memisahkan kita darinya..
atau bahkan hingga bumi merasa lelah dan berhenti berputar..

ya ! perputaran.. perputaran yang cepat..
sebuah perputaran yang kadang berlalu begitu saja tanpa kita sadari..
sebuah perputaran yang membawa pada banyak perubahan yang seringkali kita abaikan atau tanpa sengaja terabaikan.. dan bahkan mungkin tidak pernah sadar, bahwa telah terjadi banyak perubahan di dalam perputaran yang kita lalui..
seperti mungkin tahun lalu, kita masih memiliki orang yang kita sayangi, orang tua yang kita cintai, atau mungkin teman yang kita peduli dan mempedulikan...
dan tahun ini tidak lagi memilikinya...

dan bisa jadi sebaliknya, bahkan lebih dari itu...
bukan saja tentang antara ada dan tiada
tetapi juga tentang evolusi diri
evolusi diri karena berproses bersama waktu
evolusi diri yang bisa saja menjadi baik atau buruk
yang tergantung pada bagaimana memaknai prosesnya masing-masing


seperti juga bagiku..
valentine sungguh mengingatkan pada sang waktu dan segala proses dalam bentuk cinta dan kasih sebagai manusia hidup yang berinteraksi dengan alam dan segala yang ada di dalamnya
valentine bukan pada perayaan dan moment yang harus dirayakan
tapi lebih kepada pemaknaan kembali yang menjadi ALARM REMINDER
bahwa ada satu kata berjudul "CINTA" dan kata lain berjudul "KASIH SAYANG"
bukan saja pada pasangan atau lawan jenis..
tetapi lebih kepada semua yang ada..
yang seringkali kita lupa..
yang seringkali kita abaikan..
yang seringkali menjadi nomor sekian dalam daftar prioritas

CINTA dan KASIH SAYANG..
yang seharusnya terus bertumbuh dan menjadi penyejuk
yang seharusnya menjadi pondasi interaksi
yang seharusnya menjadi dasar berpikir dan bertindak

CINTA dan KASIH SAYANG..
yang kerapkali pudar oleh distorsi
yang kerapkali pudar oleh tendensi
yang kerapkali pudar oleh kebiasaan
yang kerapkali pudar oleh kesibukan
yang kerapkali pudar oleh egoisme
yang kerapkali pudar oleh individualisme

yang pada akhirnya membawa pada satu penyesalan ketika kita kehilangan..
yang kemudian membuat kita tersadar bahwa benar sungguh berartinya CINTA dan KASIH SAYANG..
alangkah indahnya..
ketika kita bisa memberi CINTA DAN KASIH SAYANG
kepada semua
alangkah indahnya..
ketika kita mampu membagi hati kita kepada semua yang ada..
dan memandang segala hal dengan kaca mata cinta dan kasih sayang..
tanpa lagi ada alasan-alasan atau tendesi yang membebani dan mengaburkan ketulusan maknanya...

dan alangkah indahnya
ketika kita bisa melakukan segala hal atas nama cinta
dan menuangkannya dalam segala macam wujud ekspresi
Mencintai tanpa batas..
mencintai tanpa ekspektasi..
Berkorban tapi tidak menuntut;
Memberi tapi tidak memaksa;
Mencintai tanpa pamrih;

karena begitulah cinta... dan begitulah seharusnya cinta...

dan karenanya..
aku terpanggil pulang..
pulang dengan segenap hati dan cinta dalam balut kasih sayang
pada ayah..
pada kakak..
pada peri kecil..lentera akhir malamku..
pada bunda di surga..
dan pada semua yang telah menjadikanku ada dan membiarkanku berproses hingga sejauh ini..

and be home for valentine..

pulang ke hatimu.. rumah terindah yang pernah kumiliki..


***teruntuk keluarga tercinta: rumah terindah yang telah memberiku kesempatan untuk menjadi ada di dunia dan berproses bersamanya.. love you much***

31.8.08

rasa yang tertinggal dari sebuah perjalanan....

Entah saking perasanya ato gimana, tapi yang jelas...tiap kali bepergian dan mengunjungi suatu kota, seperti ada rasa dominan yang muncul saat itu juga dan tertinggal begitu dalam, hingga kadang membuat rindu yang mendalam untuk kembali...dan kembali...dan kembali...dan lagi...dan lagi...dan lagi...dan lagi.

Seperti ketika aku ke KEDIRI, sebuah kota kecil yang baru pertama kali ku jelajahi, aku merasakan kehangatan yang begitu nyata, dan kenyamanan tiada tara, yang mampu mengembangkan bibirku menjadi sebuah garis senyum nan menawan tanpa henti dan langkah seringan kapas, meski panasnya ga kalah ama semarang. terlebih ketika mendapati banyak tempat indah dan baru pertama kulihat...kujamah...dan kurasa... membuat rasa hangat itu semakin kental terasa.


atau seperti ketika aku ke JOGJA, sebuah kota "tempat anak muda mangkal", penuh kreativitas, dan tempat tujuan s
emua orang, aku merasa " hey...im cool !" "hey...im great! " so damn great, coz im here... "JOGJA....JOGJAAAA...JOGJAAAA..." dan membuatku tiba-tiba bersemangat, langkah mantab, dan seakan dada membusung serta dagu terangkat tinggi.

Atau bahkan seperti ketika aku ke Jakarta, ibu kota yang penuh gemerlap dan sekaligus kejam, dimana aku pernah berada di lantai 46 untuk pertama kali, dimana aku pernah spend the night di "darmawangsa", aku merasa.... "geeezeee...im nuttin" "im nobody..." it was great... but it's to high...and i dont beloing here.... " it so out of reach...... and i wanna go home..."

Atau justru bisa jadi, seperti ketika aku ke Surabaya, kota yang bener2 baru dua kali kukunjungi seumur hidup di awal 2008 kemaren, aku merasa "hey... how come..." "kok bisa sie aku kesini...." "come on.... wake up! make up your mind... dan kembali ke habitatmu sekarang juga" damn i hate this town... karena mampu membuatku seperti hilang akal sehat, dan seperti kehilangan induk semang........

dan masih banyak kota lain yang pernah kusinggahi walau sekali, tapi mampu memunculkan perasaan-perasaan dominan yang tertinggal dalam ingatan...
pasti semua pernah merasakannya... cuman, ada yang sadar dan ada yang engga.....
dan suatu saat aku ingin merasa... "hey... Aussie, here i come and here i am"
ato " geezzeeee... it's "Liberty" ! or even... "OMG...Moon is not as beatiful as it seen from the earth..."
hope so..... someday.... somewhere... to where i belong...


*** untuk satu tempat yang sedang kurindu ***



28.8.08

...within the rain...



what a beautiful eve...
the rain flow and the wind blow...
sounds so nice...and calm...and peaceful...
like instrument playin' out "wishing on a star"
and it blow my mind...
remembering some memories
that's been passing through...

about sumtin' bad...
about sumtin; hurt..
about sumtin' sad...
about sumtin' cool...
about sumtin' funny...
about sumtin' great...
and about sumtin' nice...
then i realize...
that ive been through many things...
and heyyyy.... im still here...
im still alive... !!!
and there's nuttin' to be worried about...
coz i believe... the sun will always shine in the mornin'...
and im still gonna be okey...
till the end of my time...


im so grateful for e'rytin i am...
with all its path that given to me
and i know exactly...
it only need both sunshine and rain to make the rainbow

22.8.08

Lemme arise...

Lemme arise and open the gate...

to breathe the wild warm air of the heath...

And to let in Love, and to let out Hate...

And anger at living and scorn of Fate...

To let in Life, and to let out Death...

one day morning...



I met God in the morning...
When my day was at its best,
And His presence came like sunrise
Like a glory in my breast...

All day long the Presence lingered...

All day long He stayed with me...

And we sailed in perfect calmness...

O’er a very troubled sea...


Other ships were blown and battered...
Other ships were sore distressed...
But the winds that seemed to drive them
Brought to us a peace and rest...
class="fullpost">
Then I thought of other mornings...
With a keen remorse of mind,
When I too had loosed the moorings...
With the Presence left behind...

NOW...

I think I know the secret...
Learned from many a troubled way:
You must seek him in the morning
If you want him through the day!

21.8.08

dont know where im goin'... but im on my way...


somehow...

i've seen the ray of light...

shining so bright... over my destiny

as if it led me the way...

then i walk down...

follow the path... the very simple path...

that paved in gold...

once i was falling down...

once i was bleeding...

once i was tearing apart...

but still...

im walking down by the river...

and follow the wind blow...

though i don't know where im goin'...

but im on my way...

coz i believe...

someone's watching over me...

and there's nuttin to be afraid off...


***untuk sepenggal lagu yang telah menyadarkanku***